Pada 2 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan untuk mengumumkan tarif baru yang diperkirakan akan berlaku untuk semua negara. Sebelumnya, Trump telah memberlakukan beberapa tarif terhadap impor baja, aluminium, mobil, dan barang dari China. Kebijakan tarif ini bertujuan untuk melindungi industri manufaktur AS, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan mengurangi defisit perdagangan. Namun, kebijakan ini juga dapat menyebabkan harga barang yang lebih tinggi bagi konsumen di AS dan memicu ketegangan dalam perdagangan global.
Apa Itu Kebijakan Tarif?
Tarif adalah pajak yang dikenakan pada barang impor dari negara lain. Tarif biasanya dihitung sebagai persentase dari nilai produk. Misalnya, jika suatu barang berharga $10 dan tarifnya 25%, maka konsumen atau perusahaan yang mengimpor barang tersebut harus membayar tambahan $2,50 sebagai pajak impor.
Proses Pembayaran Tarif:
- Perusahaan yang mengimpor barang diwajibkan membayar tarif kepada pemerintah.
- Perusahaan dapat memilih untuk membebankan sebagian atau seluruh biaya tambahan tersebut kepada konsumen dengan menaikkan harga produk.
Mengapa Trump Menerapkan Tarif?
Tarif adalah salah satu kebijakan utama dalam visi ekonomi Trump. Beberapa alasan utama di balik keputusan ini meliputi:
- Mengurangi Defisit Perdagangan: Trump bertujuan untuk mengurangi defisit perdagangan besar AS, terutama dengan negara-negara seperti China dan Uni Eropa. Pada 2024, AS mencatat defisit perdagangan sebesar $213 miliar dengan Uni Eropa, yang oleh Trump disebut sebagai “kekejaman ekonomi.”
- Mendorong Pembelian Produk Lokal: Trump berpendapat bahwa tarif ini akan mendorong konsumen AS untuk membeli produk buatan dalam negeri, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian AS dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
- Menekan Negara Lain: Tarif juga digunakan sebagai alat untuk menekan negara-negara seperti China, Meksiko, dan Kanada agar menghentikan pengiriman migran ilegal dan narkoba ke AS.
Meskipun Trump tidak menutup kemungkinan terjadinya resesi akibat kebijakan tarif ini, beberapa pejabat AS, termasuk Menteri Perdagangan Howard Lutnick, menyatakan bahwa tarif ini “sepadan” meskipun ada risiko resesi.
Dampak Tarif terhadap Konsumen AS

Kenaikan Harga Barang
Ekonom memperkirakan bahwa tarif baru ini akan meningkatkan harga berbagai barang impor bagi konsumen AS. Beberapa produk yang terdampak meliputi:
- Alkohol: Seperti bir, wiski, dan tequila.
- Makanan: Termasuk alpukat, sirup maple, dan komoditas pangan lainnya.
- Komponen Mobil: Tarif baru pada mobil impor dapat meningkatkan harga mobil sebesar $4.000 hingga $10.000, tergantung pada jenis kendaraan.
- Peralatan Rumah Tangga: Misalnya, harga mesin cuci meningkat 34% antara 2018 dan 2023 akibat tarif impor baja dan aluminium.
Selain kenaikan harga, perusahaan mungkin juga akan mengurangi jumlah barang impor yang masuk ke AS, yang dapat menyebabkan kelangkaan beberapa produk dan meningkatkan harga barang yang tersedia di pasar.
Tarif yang Diumumkan
Beberapa tarif yang telah diumumkan atau akan diberlakukan pada 2025 meliputi:
- 2 April: Tarif 25% pada mobil impor ke AS, dengan tambahan tarif 25% pada suku cadang mobil yang akan berlaku pada Mei atau lebih lambat.
- 12 Maret: Tarif 25% pada semua impor baja dan aluminium.
- 6 Maret: Perluasan pengecualian tarif untuk barang yang diperdagangkan di bawah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, termasuk televisi, AC, dan produk makanan seperti alpukat dan daging sapi.
- 5 Maret: Pengecualian tarif untuk mobil yang diproduksi di Amerika Utara yang memenuhi standar perjanjian perdagangan bebas di kawasan tersebut.
- 4 Februari: Tarif 10% pada barang dari China, yang kemudian dinaikkan menjadi 20%.
Tanggapan dari Negara Lain
Beberapa negara dan blok perdagangan internasional telah merespons kebijakan tarif Trump dengan memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang AS, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan perang dagang global. Beberapa langkah yang diambil oleh negara-negara ini meliputi:
- Uni Eropa: Mengumumkan tarif terhadap produk AS senilai €26 miliar (sekitar £22 miliar), yang mulai berlaku pada 1 April dan akan sepenuhnya diterapkan pada 13 April. Produk yang terdampak termasuk kapal, bourbon, sepeda motor, serta baja dan aluminium.
- China: Memberlakukan tarif sebesar 10-15% terhadap beberapa barang pertanian AS serta sektor-sektor seperti penerbangan, teknologi, dan pertahanan.
- Kanada: Menerapkan tarif 25% terhadap baja dan aluminium dari AS, serta beberapa barang lainnya. Kanada kemungkinan akan menerapkan tarif tambahan pada 2 April.
- Meksiko: Meksiko masih menunda penerapan tarif balasan, tetapi tetap dalam pembahasan mengenai langkah-langkah penanggulangan terhadap kebijakan tarif AS.
Dampak Global

Tarif Trump tidak hanya mempengaruhi ekonomi AS tetapi juga berpotensi meningkatkan ketegangan dalam perdagangan global. Perang dagang antara ekonomi besar seperti AS, China, dan Uni Eropa dapat mengganggu rantai pasokan global dan berdampak negatif bagi banyak negara yang bergantung pada perdagangan internasional.
Kebijakan tarif ini berpotensi mengubah dinamika perdagangan global, memperburuk hubungan dagang dengan banyak negara, dan berdampak negatif pada konsumen AS melalui kenaikan harga barang. Meskipun tujuannya adalah untuk melindungi industri dalam negeri, dampak jangka panjangnya terhadap ekonomi global dan domestik masih belum dapat dipastikan.